Terlalu Sering Menyenangkan Orang Lain Tanpa Kita Sadari

Awal tahun 2022 ini rasanya pengen buat jurnal harian karena di otak ku sudah terlalu banyak beban yang mungkin akan lebih baik dicurahkan lewat tulisan daripada di pendam dan gak ada faedahnya sama sekali ya kan?

Well, mulai dari "terlalu sering menyenangkan orang lain tanpa kita sadari" gak percaya??...
Sama awalnya aku juga gak percaya kalau aku terlalu sering berusaha menyenangkan orang lain hehehe. Baca deh blog ini sampai selesai, siapa tahu dapat pencerahan kan.

Contoh aja nih ya,, mau jalan ke mall atau kemana gitu. Pernah gak sehari aja gak nanya orang "eh bagusnya aku pakai baju apa ya? aku ganteng gak pakai baju ini? aku cantik gak pakai dress ini?" dan sebagainya. Aku yakin banget nih sebelum kita tanya pendapat orang lain, pasti kita ngaca dulu kali ngelihat diri sendiri cocok gak berpenampilan seperti itu? terus dalam benak ada yang berkata nih "eh, make sure deh tanya pendapat orang lain".

Lebih anehnya lagi, ketika orang lain bilang "gak cocok kamu pakai baju itu" terus kita jadi terombang-ambingkan nih hatinya hehehe.... Padahal menurut pribadi sih cocok-cocok aja dan nyaman tapi karena orang lain bilang gak cocok jadi gimana gitu perasaan ini.

Tenang,,, tenang,,,, bukan kamu aja kok. Aku juga heheheh...

Dari contoh diatas, sadar gak sih sebenarnya secara tidak langsung kita sering kali memprioritaskan pendapat orang lain terhadap diri kita sendiri daripada memprioritaskan kenyamanan kita.

Masih banyak lagi nih contohnya, mau aku kasih tau? aduhhh janganlah nanti kepanjangan blognya hahaha... Tapi beneran deh contoh lainnya aja ya, kita itu sebenarnya fine aja dengan tubuh kita saat ini. Aku timbangan sekarang 45kg tinggi badan 155cm dan usia 24 tahun. Terus tiba-tiba ada nih orang-orang yang tidak bertanggung jawab seenaknya aja melontarkan kata-kata begini walaupun dianggap hanya guyonan,

"Eh, kurus banget sih? stress ya? mikirin apa emang?"

Aku yang tadinya baik-baik saja akhirnya jadi insecure dan bertanya kepada diri sendiri "emang kurus ya?, apa aku beneran lagi stress makanya kurus? Aduh gimana dong?"

Belum lagi masalah pasangan atau pekerjaan nih,

"Aduh kok masih sendiri aja? kapan nikah? atau Nganggur aja nih kapan kerja?"

Akhirnya akupun jadi tersiksa memikirkan perkataan orang itu tanpa memikirkan diriku sendiri. Yang tadinya aku tidak sadar akan kekuranganku dan semua baik-baik saja, eh diingatkan nih sama orang lain dengan kekuranganku. Sedikit info nih guys kalau kalian lupa "Sudah Tabiat Manusia Cuma Bisa Melihat Kekurangan Orang Lain". Jadi apapun perkataan orang lain terhadap diri kita, jangan langsung ditangkep, cerna dulu baik-baik. Kalau memang bermanfaat bagi diri sendiri lakukan, kalau menurutmu jadi berdampak negatif ya dengerin aja gak usah dipikirin amat.

Aku pernah dalam situasi dimana hidupku itu awalnya fine aja,,,
"I was very happy and blessed". Aku punya keluarga yang sehat dan diberkati luar biasa dan kamipun Puji Tuhan gak pernah berkekurangan. But, ada satu momen dimana orang-orang mulai mengurusi kehidupan kami karena memang kebetulan beberapa dari kami anak-anak orang tuaku (termasuk aku sendiri) yang belum bekerja. Disitulah awal mula aku mulai tidak happy lagi. Aku mulai merasa gak bahagia, gak bersyukur, banyak mengeluh dan menyalahkan keadaan. Just because of what they said.

See, hidup kita itu bahagia bukan karena kita "PUNYA" segalanya dan hidup kita gak bahagia juga bukan karena kita "GAK PUNYA" segalanya. Tapi itu semua disebabkan oleh pikiran kita sendiri. Kedengaran aneh memang tapi coba renungkan lagi deh, pasti kamu juga ngerasa itu benar.

So, please think about this. Gak capek nyiksa diri terus karena harus memikirkan apa pandangan orang lain tentang hidup kita? Gak capek harus hidup berdasarkan standar hidup orang lain terus?
Mungkin bagi mereka harus bekerja, menikah, punya anak, punya mobil, punya uang banyak, punya pacar dan segalanya dulu baru disebut orang sukses dan bahagia. Well, ya udah itu pandangan versi mereka tentang bahagia dan sukses ya. Bukan berarti harus kita aplikasikan kedalam hidup kita juga.

If you are happy with who you are now. Then, be grateful for what you have now. Bersyukur kamu masih bisa hidup, makan, tidur, keluarga sehat atau syukuri apa aja yang mungkin sekarang kamu punya dan mungkin orang lain gak punya.

Sementara itu, aku mulai sadar pikiran ku merusak diriku sendiri. And i wanna be happy for what i have now. Aku sadar segala sesuatunya itu ada waktunya. Ada waktu kita menganggur, ada waktu bekerja, ada waktu menikah, ada waktu punya anak dan itu sudah di atur sama TUHAN. You just need to be patient. Nikmati aja dulu prosesnya, belajar dari setiap kejadian dalam hidup. Kalau kamu sudah sadar akan hal ini. Aku jamin pasti your life will be better. Jangan biarin orang lain mengatur standar hidupmu. All people should have their own standart.

Eitts, entar dipikir aku ngajarin jadi bodo amat sama perkataan orang jatuhnya jadi selfish dong terlalu mementingkan diri sendiri. NO!!! gak pernah keluar dari statement ku untuk bodo amat sama orang lain. Be wise, guyss. Bijak dalam hal apa yang harus dilakukan atau tidak dilakukan. Kita mungkin butuh pendapat orang, tapi lakukan itu bukan karena orang lain but for your own goodness.

For your information, aku udah 2 tahun nganggur setelah lulus S1. Satu tahun pertama as i told you, i am happy cause i don't think aku beban keluarga. Karena i still do something to earn money walaupun gak banyak sebenernya. After that, karena aku bukan seorang karyawan di suatu perusahaan. Jadi orang berpikir aku seorang pengangguran yang membebani keluarga. And i am so stressed because of that. Apalagi ditambah lihat postingan teman seangkatan yang udah pada married, kerja dikantoran, punya anak dan traveling. Ohhhh my goodness, gak kebayangkan betapa tertekannya saya karena pikiran kotor saya ini. Saya coba ngelamar tapi gagal, gagal dan gagal terus. Aku merasa bodoh banget sampai gak ada satupun perusahaan yang hiring aku waktu itu. Well, i told to myself "I am done with this".

Akhirnya disatu titik, aku ingat ada cara jitu untuk keluar dari masalah ketika udah stuck disitu-situ aja. I PRAY TO GOD. Wajib ini gak mau tau,,, Aku berdoa bukan untuk dapat pekerjaan karena pastinya udah sering dulu doa sebelum interview tapi tetap aja gagal. Kali ini doaku beda, aku bilang "Ya TUHAN, bersihin dong pikiranku, buat aku jadi lebih bersyukur dan jadi pribadi lebih baik lagi."

Setiap hari aku berdoa hal yang sama, yaitu jadi orang yang lebih baik dan bersyukur. Well, jangan tanya berapa lama, karena semua orang itu waktu dan prosesnya dari TUHAN pasti berbeda. Tebak apa yang terjadi? I get a job guys....
Aku diterima kerja dengan proses yang sangat mudah, cepat dan tidak disangka-sangka. Gajinya pun cukup besar bagi aku pribadi yang belum punya pengalaman kerja sama sekali dengan posisi saat ini.

Penutup nih, i hope you guys dapat poin dari apa yang aku tulis hari ini. You guys deserve to be happy and blessed. So, yuk kita sama-sama belajar untuk lebih mengenal diri sendiri, percaya diri sendiri dan berdoa poin paling penting. Udah itu aja,, see you in other stories ya.... Bye!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Dan Karakter Manusia Gak Bisa Diubah?